Rabu, 26 Desember 2012

Bambu Runcing dan Koruptor



“Apa yang kalian ketahui ketika mendengar kata bambu runcing ?”, Tanya seorang guru sejarah kepada para muridnya.

“Senjata yang dipakai rakyat Indonesia ketika melawan penjajah” jawab Anto dengan tegas.

Mendengar jawaban tersebut, sang guru kembali bertanya kepada para muridnya.

“Kenapa bambu runcing ditakuti oleh penjajah ?”.

“Karena bambunya runcing pak” kini giliaran Andi yang menjawab.

“Kurang tepat, Andi. Ada yang lain ?”, sang guru kembali “menantang” para muridnya untuk menjawabnya.

“Karena bambu runcingnya pake racun” jawab Agus dengan percaya diri.

Tapi sang guru menggelengkan kepala. “bukan, bukan itu jawabannya”

“Karena bambunya besar pak” jawab Anis dengan logat medannya.

Tapi sang guru kembali menggelengkan kepala.

“sekali lagi, bukan itu jawaban yang bapak maksud”.

“Jawabannya anak-anak karena rakyat Indonesianya itu yang mempunyai tekad, semangat perang dan tak gentar sedikit pun untuk melawan para penjajah. Walaupun memakai bambu runcing tapi karena tekad dibalut keyakinan untuk merdeka maka mereka pun tak takut sedikitpun untuk melawan penajajah”

“kalau penjajah kan sekarang sudah gak ada pak, jadi apa artinya bambu runcing sekarang pa ?”, tanya anik dengan antusias.

Pa guru pun langsung menjawabnya “ya, sekarang bambu runcing memang sudah tidak ada dan penjajah pun sudah tidak Nampak lagi. Tapi anak-anak, hidup di jaman sekarang bukan penjajah lagi musuh kita sekarang, tapi koruptor. Ya, mereka, para koruptor telah mengambil uang rakyat termasuk uang kita yang seharusnya digunakan untuk pendidikan. Kalau korupsi sudah tidak ada maka sekolah kita pun bisa saja gratis” jawab sang guru meyakinkan.

“oleh karena itu bambu runcing sekarang tetap berguna. Bambu runcing sekarang laksana palu yang dimiliki para hakim. Dengan palu tersebut para hakim bisa melawan (memutuskan) para koruptor dengan hukum yang tegas dan tanpa pandang bulu. Tidak takut dan tidak kalah dengan uang”…

0 komentar:

Posting Komentar